Archive for the Sup Ayam Category

Seratus Dollar

Posted in Sup Ayam on Januari 24, 2011 by bagusadjiwo

Seorang motivator dunia berdiri di atas mimbar. Ya, dia memang bertugas untuk memberi motivasi kepada sebuah perhimpunan pegawai perusahaan. Ruang seminar di hotel itu penuh dengan orang. Sekitar 300 pegawai berpakaian rapi sudah berkumpul dan duduk tenang di kursinya masing-masing. Mata mereka memandang ke arah motivator itu, seakan mengharap ada pencerahan baru yang didapatkan. Dengan tenang, motivator mengeluarkan selembar uang seratus dollar dari sakunya. Uang itu tampak masih sangat baru. “Siapa yang mau uang ini?” serunya.

Baca lebih lanjut

Belajar Filosofi dari Patrick Star

Posted in Sup Ayam on Desember 22, 2010 by bagusadjiwo

Spongebob square pants- film kartun yang difavoritkan oleh anak2 ini

walaupun sepintas terlihat bodoh,

namun mengandungmakna filosofis yang sangat dalam

Berikut adalah kutipan Kata-Kata Mutiara dari Patrick Star :

1.”pengetahuan tidak dapat menggantikan persahabatan. Aku (Patrick) lebih suka jadi idiot daripada kehilanganmu (Spongebob)”

2. Spongebob: Apa yg biasanya kau lakukan saat aku pergi?

patrick : menunggumu kembali…..

3. Saat sponge bob menjadi kaya dan melupakan patrick juga teman2 spongebob yang kaya pergi dari spongebob, spongebob memohon kepada patrick, dan patrick berkata:

“kalau uang bisa membuatku melupakan sahabat terbaikku, maka aku lebih memilih untuk tidak punya uang sama sekali”

Baca lebih lanjut

Lima Menit Saja

Posted in Sup Ayam on Desember 11, 2010 by bagusadjiwo

Seorang ibu duduk di samping seorang pria di bangku dekat Taman-Main di West Coast Park pada suatu minggu pagi yang indah cerah.

“Tuh.., itu putraku yang di situ,” katanya, sambil menunjuk ke arah seorang anak kecil dalam T-shirt merah yang sedang meluncur turun dipelorotan.

Mata ibu itu berbinar, bangga.

“Wah, bagus sekali bocah itu,” kata bapak di sebelahnya.

“Lihat anak yangsedang main ayunan di bandulan pakai T-shirt biru itu? Dia anakku,” sambungnya, memperkenalkan.

Lalu, sambil melihat arloji, ia memanggil putranya.

“Ayo Jack, gimana kalau kita sekarang pulang?”

Jack, bocah kecil itu, setengah memelas, berkata,

“Kalau lima menit lagi,boleh ya, Yahhh? Sebentar lagi Ayah, boleh kan? Cuma tambah lima menit kok,yaaa…?”

Pria itu mengangguk dan Jack meneruskan main ayunan untuk memuaskan hatinya. Menit menit berlalu, sang ayah berdiri, memanggil anaknya lagi.

“Ayo, ayo, sudah waktunya berangkat?” Baca lebih lanjut

Rudi Hartono

Posted in Sup Ayam on Agustus 1, 2010 by bagusadjiwo

All England, Wimbledon, Inggris merupakan arena bergengsi untuk para atlit bulutangkis. Ada beberapa pemain Indonesia yang mengukir nama emas di Arena tersebut seperti Tan Joe Hok, Ferry Sonneville, Rudy Hartono, Chun Chun, Johan Wahyudi, Ade Chandra, Liem Swie King, Kristian Hadinata, Icuk Sugiarto. Dari nama nama di atas yang paling melegenda adalah Rudi Hartono, 8 kali menjadi juara tunggal dan sampai saat ini belum ada yang menyerupai rekornya. Rudi Hartono memang sangat disiplin, dan tak pernah mengecawakan pelatih, Seperti Almarhum Irsan dan Tahir Djide. Pada suatu kejuaraan All England, Rudy Hartono berhadapan dengan Sture johnson, Juara Eropa asal Swedia, Situasi benar benar kritis, Pada Set pertama Sture Johnson unggul 15 – 4 dan set kedua ia sudah unggul 14 – 0 .

Baca lebih lanjut

Pesan Dari Ayah

Posted in Sup Ayam on Desember 22, 2009 by bagusadjiwo

Dahulu kala ada 2 orang kakak beradik.
Sebelum meninggal, ayah mereka
berpesan dua hal :

Jangan menagih hutang kepada orang
yang berhutang kepadamu

– Jika mereka pergi dari rumah ke toko
jangan sampai mukanya terkena sinar matahari.
Waktu berjalan terus.
Dan kenyataan terjadi, bahwa beberapa
tahun setelah ayahnya meninggal anak
yang sulung bertambah kaya sedang yang
bungsu menjadi semakin miskin.

Ibunya yang masih hidup menanyakan hal
itu kepada mereka.

Jawab anak yang bungsu :
Inilah karena saya mengikuti pesan
ayah. Ayah berpesan bahwa saya tidak
boleh menagih hutang kepada orang yang
berhutang kepadaku, dan sebagai
akibatnya modalku susut karena orang
yang berhutang kepadaku tidak membayar
sementara aku tidak boleh menagih.
Juga ayah berpesan supaya kalau saya
pergi atau pulang dari rumah ke toko
dan sebaliknya tidak boleh terkena
sinar matahari.

Baca lebih lanjut

Tuhan, Setan dan Takdir

Posted in Sup Ayam on Desember 19, 2009 by bagusadjiwo

Ada seorang pemuda yang mencari seorang guru agama, pemuka agama atau siapapun yang bisa menjawab 3 pertanyaannya. Akhirnya sang pemuda itu menemukan seorang bijaksana.
Pemuda (P)    : Anda siapa? Bisakah menjawab pertanyaan-pertanyaan saya?
Bijaksana (B) : Saya hamba Allah dan dengan izin-Nya saya akan menjawab pertanyaan anda.
P : Anda yakin? Sedang profesor dan banyak orang pintar saja tidak mampu menjawab pertanyaan saya.
B : Saya akan mencoba sejauh kemampuan saya.
P : Saya punya 3 buah pertanyaan.
1. Kalau memang Tuhan itu ada, tunjukkan wujud Tuhan kepada saya.
2. Apakah yang dinamakan takdir?
3. Kalau setan diciptakan dari api kenapa dimasukkan ke neraka yang terbuat dari api, tentu tidak menyakitkan buat setan, sebab mereka memiliki unsur yang sama. Apakah Tuhan tidak pernah berfikir sejauh itu?
Tiba-tiba sang orang bijaksana tersebut menampar pipi si pemuda dengan keras.

Baca lebih lanjut

Kaca Spion Mobil

Posted in Sup Ayam on Desember 16, 2009 by bagusadjiwo

By Andy F Noya

Sejak bekerja saya tidak pernah lagi berkunjung ke Perpustakaan Soemantri Brodjonegoro di Jalan Rasuna Said, Jakarta . Tapi, suatu hari ada kerinduan dan dorongan yang luar biasa untuk ke sana . Bukan untuk baca buku, melainkan makan gado-gado di luar pagar perpustakaan.

Gado-gado yang dulu selalu membuat saya ngiler. Namun baru dua tiga suap, saya merasa gado-gado yang masuk ke mulut jauh dari bayangan masa lalu. Bumbu kacang yang dulu ingin saya jilat sampai piringnya mengkilap, kini rasanya amburadul.

Padahal ini gado-gado yang saya makan dulu. Kain penutup hitamnya sama. Penjualnya juga masih sama. Tapi mengapa rasanya jauh berbeda? Malamnya, soal gado-gado itu saya ceritakan kepada istri. Bukan soal rasanya yang mengecewakan, tetapi ada hal lain yang membuat saya gundah. Sewaktu kuliah, hampir setiap siang, sebelum ke kampus saya selalu mampir ke perpustakaan Soemantri Brodjonegoro. Ini tempat favorit saya. Selain karena harus menyalin bahan-bahan pelajaran dari buku-buku wajib yang tidak mampu saya beli, berada di antara ratusan buku membuat saya merasa begitu bahagia. Biasanya satu sampai dua jam saya di sana . Jika masih ada waktu, saya melahap buku-buku yang saya minati.

Baca lebih lanjut